Yuk Hindari Ghibah!

darussholah.ponpes.id – Setiap manusia diperintahkan untuk senantiasa berbuat baik dan tidak saling menyakiti kepada saudara sesama makhluk, utamanya kepada sesama manusia.

Namun pada kenyataannya manusia tidak bisa terlepas dari perilaku-perilaku yang menyakiti saudaranya, salah satunya adalah ghibah atau menggunjing.

Pengertian ghibah secara umum yaitu membicarakan kejelekan orang lain yang tidak ada di tempat tersebut. Biasanya hal tersebut didasari oleh perasaan tidak suka terhadap sesuatu yang dimiliki atau dilakukan orang lain.

Mereka akan mencari-cari kesalahan orang yang bersangkutan untuk dijadikan bahan pembicaraan.

Meskipun terkadang yang dibicarakan merupakan suatu kenyataan, akan tetapi tetap saja ghibah suatu perbuatan yang dzalim dan tidak disukai Allah SWT.

Agama Islam sangat melarang ummatnya untuk melakukan hal tercela tersebut karena akan beresiko menimbulkan fitnah dan sangat dekat dengan perbuatan buruk lainnya, seperti kebencian, hasud, iri dan dengki.

Sebagaimana yang telah digambarkan oleh Allah dalam surat Al-Hujurat ayat 12 bahwa seseorang yang berghibah diibaratkan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri, “…dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?”

Dosa orang yang suka menggunjing saudaranya sangatlah berat, bahkan lebih berat daripada para pezina. Allah hanya akan mengampuni mereka apabila telah mendapatkan maaf dari orang yang mereka ghibahi.

Apabila kita mengghibah orang lain, amal kebaikan yang dengan susah payah ia lakukan menjadi sia-sia dan akan diberikan kepada mereka yang pernah kita dzalimi termasuk  juga mereka yang telah kita ghibahi.

Lalu, bukankah sudah sangat jelas bahwa membicarakan kejelekan orang lain di belakang mereka hanyalah perbuatan sia-sia yang hanya akan menghasilkan dosa. Bukankah akan lebih baik apabila kita merubah perilaku negatif tersebut dengan selalu berbaik sangka dan berinteropeksi diri agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik?

Untuk itu, mari kita hindari perilaku tercela ini dengan menyibukkan diri dengan hal-hal positif dan lebih bermanfaat seperti belajar, memperdalam ilmu agama, serta dengan fokus beribadah baik ibadah-ibadah wajib maupun ibadah sunnah yang telah dianjurkan Rasulullah.

   

 By Desi Fatimah Aulia

editing: Wahdiyatul Islah 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *